Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (S3 PAI) hari ini menggelar rapat pemaparan dan pematangan kurikulum yang bertujuan untuk memperkuat distingsi akademik dan kedalaman kajian di setiap mata kuliah. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru besar dan dosen yang memberikan masukan strategis demi penyempurnaan kurikulum.

Dalam pembahasan, Prof. Muslih menekankan bahwa ujian komprehensif perlu dikembangkan dalam dua bentuk, yakni Analisis Tesis Mahasiswa (ATM) atau penulisan artikel ilmiah bereputasi internasional (Scopus). Hal ini dinilai penting agar lulusan memiliki capaian akademik yang setara dengan standar global.

Prof. Fatah menyoroti bahwa format ujian komprehensif selama ini belum sepenuhnya mencerminkan sifat komprehensif yang diharapkan. Ia mengusulkan penyusunan desain baru, penyiapan paket soal oleh program studi, serta pelaksanaan ujian kelayakan naskah. Selain itu, ia mendorong agar mahasiswa dapat didampingi secara intensif sehingga mampu menyelesaikan studi tepat waktu, khususnya lulus pada semester ke-6.

Sementara itu, Dr. Agus Mutohar menekankan pentingnya penguatan arah kurikulum pada publikasi ilmiah, sehingga mahasiswa terbiasa menghasilkan karya yang layak terbit di jurnal bereputasi.

Prof. Ibnu Hajar mengingatkan bahwa pendidikan doktor harus mengacu pada level 9 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dengan orientasi utama pada riset. Ia juga mengusulkan agar mata kuliah pilihan diarahkan untuk mendukung penulisan disertasi.

Dari forum ini, disepakati sejumlah rekomendasi penting, di antaranya penambahan mata kuliah pilihan serta perubahan nomenklatur pada beberapa mata kuliah agar lebih relevan dengan tuntutan akademik dan dunia riset.

Dengan penyempurnaan kurikulum ini, diharapkan Program Doktor PAI memiliki keunggulan yang jelas, terukur, dan mampu melahirkan lulusan yang unggul dalam penelitian dan publikasi ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *